Autis merupakan suatu gangguan perkembangan yang kompleks yang umumnya mengalami gangguan pola bermain, komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, emosi, dan perilaku. Gejala autis umumnya tampak pada anak sebelum usianya 3 tahun. Menurut Center for disease control and prevention
(CDC), autis difenisikan sebagai suatu kelompok gangguan yang
disebut autism spectrum disorder (ASD). Menurut data dari CDC (2014), 1% penduduk dunia merupakan populasi penderita ASD. Jumlah penderita autis semakin terus bertambah seiring dengan bertambahnya tahun, baik di negara maju maupun negera berkembang. Berdasarkan data WHO, jumlah prevelansi autis di Indonesia mengalami kenaikan yang luar biasa yaitu dari 1 per 1000 penduduk menjadi 8 per 1000 penduduk.
Terdapat 2 jenis dari perilaku autis yaitu perilaku yang efeksif (berlebihan) yaitu perilaku yang eksesif (berlebihan) dan
perilaku defisit (berkekurangan). Perilaku efeksif merupakan perilaku yang hiperaktif dan marah seperti menggigit, memukul, mencakar hingga menyakiti diri sendiri (self abuse). Sedangkan perilaku defisit merupakan perilaku yang mengalami gangguan berbicara, melamun, menangis tanpa sebab, dan kurangnya perilaku sosial seperti tertawa. Beberapa langkah yang dapat membantu menangi kedua perilaku autis tersebut yaitu dengan dilakukan pengobatan medis dan tata laksana perilaku, serta dilakukan pengaturan diet. Dengan dilakukannya pengaturan diet dapat membantu tercapainya hasil terapi lainnya (Pratiwi & Fillah, 2014).
PENGATURAN DIET
1. Diet bebas Gluten dan bebas kasein (Gluten Free Casein Free / GFCF)
Penderita autisme harus menghindari bahan dan produk makanan yang mengandung gluten dan kasein. Gluten dan kasein merupakan protein yang susah dicerna sedangkan enzim pencernaan pada penderita autis sangat kurang sehingga makanan yang mengandung kasein dan gluten tidak dapat tercena sempurna. Selain itu, gluten dan kasein dapat menyebabkan diare dan meningkatkan hiperaktiftas termasuk emosinya meningkat dan mengalami gangguan tidur (Kusumayati,2011).
Diet
|
Makanan yang harus dihindari
|
Makanan pengganti
|
Bebas Gluten
|
Biskuit, mie, roti, kue, snack
dan segala jenis makanan lain yang mengandung tepung terigu, oat, dan barley
|
Makanan yang mengandung tepung beras, tepung jagung (original), tepung sorgum, tepung maizena, tepung tapioka, millet, bihun
|
Bebas Kasein
|
Makanan atau minuman yang
mengandung susu sapi dan olahannya seperti: keju, mozzarella, butter, permen
susu, es krim, yoghurt, snacks.
|
susu kedelai, sari almond, sari kacang hijau
|
Namun untuk pemilihan makanan pengganti harus diperhatikan dengan baik. Selain mengalami kesulitan dalam mencera, beberapa penderita autis juga memiliki alergi makanan karena gangguan pada sistem imun. Oleh karena itu, beberapa sumber makanan yang dapat menyebabkan alergi harus dihindari seperti kacang, coklat, telur, dan lainnya. Gejala-gejala yang timbul karena alergi yaitu muntah, diare, bintik merah pada kulit, pilek, dan pusing, dan dapat menimbulkan efek serius pada otak. Untuk mengetahui penderita autis memiliki alergi atau tidak secara akurat dengan melakuakan test kulit alergi dan pemeriksaan darah (Ig E Total, RAST, menghitung fosinolfil, dan foto rontgen dada).
2. Diet Bebas Zat Adiktif
Penderita autisme harus mengindari makanan yang mengandung zat adiktif sepeti zat pengawet, pewarna, penyedap rasa, dan pengelmusi. Hal ini dikarenakan penyedap dan pewarna buatan dapat menggangu dan menyebabkan masalah tingkah laku dan masalah lainnya bagi individu yang sensitif. Makanan yang dikonsumsi harus dimasak dengan menggunakan pengawet alami dan perwarna makanan yang alami.
3. Diet bebas Fenol dan Salisilat
Beberapa anak autis mengidap sindrom PST (Phenol Sulfo Transferase) sehingga makanan yang mengandung fenol harus dihindari karena anak sensitif terhadap fenol. Selain itu fenol juga dapat menggerus lapisan usus, sedangkan asam salisilat dapat menghalangi proses pelapisan usus.
Diet
|
Makanan
yang harus dihindari
|
Makanan
pengganti
|
Bebas
Fenol
|
sukun, kentang, singkong, talas, pisang, apel, jeruk, pir
anggur, dan buah-buah sitrus lainnya, teh, dan zat adiktif
|
-Buah: nanas dan papaya
(kaya enzim pemecah peptida)
-Minuman : sari kacang
hijau dan sari beras merah (kaya nutrisi), jus wortel dan rosella (kaya
antioksidan).
|
Bebas
Salisilat
|
Buah masam (tomat, beri, dll)
|
4. Diet Spesific Carbohidrate / Diet bebas Gula
Untuk penderita autis, disarankan untuk menghindari atau mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih seperti soda atau permen. Hal ini dikarenakan gula yang berlebih menjadi nutrisi untuk jamur sehingga jamur menjadi tumbuh berlebih.
Jenis
Gula
|
Gula
yang tidak diberikan
|
Gula
pengganti
|
Gula
murni
|
Gula pasir, syrup,
minuman yang berkarbonasi dan jus buah dalam kemasan
|
Jus buah alami tanpa gula, gula palem namun
dengan jumlah yang sedikit dan hanya untuk dicampur kedalam pembuatan kue, gula
buah (fruktosa) namun tidak dalam frekuensi sering
|
Gula
buatan
|
Gula dari saccharine,
aspartame seperti Tropicana slim dan equal
|
Gula jagung (gula
sorbitol)
|
5. Diet bebas jamur
Semua jenis makanan yang diolah dengan proses fermentasi tidak diberikan. Jenis makanan tersebut seperti : semua jenis jamur segar maupun kering, kecap, tauco, keju, kue yang dibuat dengan menggunakan soda pengembang, vermipan, atau sejenisnya, makanan yang sudah lama disimpan atau buah-buahan yang dikeringkan, hindarkan makanan yang dibuat melalui peragian (tempe, roti, dan lain-lain)
NUTRISI YANG DIBUTUHKAN
(Candless 2003; Bernhoft & Buttar 2008; Dufault 2009)
1. Vitamin B6 dan Magnesium
Berfungsi dalam :
- peningkatan pada kontak mata
- menambah minat terhadap minat sekitar
- meningkatkan kemampuan berbicara
- merangsang perkembangan bicara (speech)
- membantu sistem imun dan sistem pencernaan
- membantu proses visual, sensori, dan kemampuan kognitif
- membantu proses detoksifikasi
Vitamin B6 yang dibutuhkan yaitu 300-500 mg/hari dan Magnesium 200 mg/hari
2. Seng /Zinc
Berfungsi dalam :
- pertumbuhan terutama diantara
anak-anak yang terhambat pertumbuhannya.
- membantu penyembuhan diare kronis serta diare akut.
- untuk proses metallothioneine yang diperlukan untuk melawan radikal bebas dan mengeluarkan racun logam berat dari tubuh.
Seng yang dibutuhkan umumnya yaitu 25-50 mg (2-3 mg per kilogram berat
badan)/ hari
3. Kalsium
Kekurangan kalsium dapat membuat anak-anak cenderung menjadi lebih mudah
tersinggung, mengalami gangguan tidur, amarah dan tidak mampu memberikan perhatian pada
sesuatu.
Kalsium yang dibutuhkan yaitu 800– 200 mg/ hari terutama yang sedang menjalani
diet GFCF.
4. Selenium
Berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas yang dapat merusak membran sel.
Kekurangan selenium
menyebabkan penurunan sel darah putih sehingga fungsi imun menurun dan rentan terkena infeksi.
Dosis yang dianjurkan yaitu 100- 200 mcg/hari, bila berlebih dapat mengakibatkan toksik bagi tubuh.
5. Vitamin A
Fungsi Vitamin A :
- sebagai antioksidan
- meningkatkan imun
- meningkatkan fungsi penglihatan, persepsi sensorik, pengolahan bahasa dan perhatian
Bentuk alami vitamin A dapat ditemukan pada cod liver oil yang dapat diberikan pada anak autisme dalam bentuk 8 suplemen cod liver oil (5000 IU/hari).
6. Vitamin C dan E
Vitamin C dan vitamin E bekerja secara sinergis sehingga harus diberikan secara bersamaan
Fungsi vitamin E :
- sebagai antioksidan utama
- menjaga membran sel dari kerusakan oksidatif
- memperbaiki metabolisme dan penerimaan vitamin D serta kalsium
- meningkatkan sirkulasi.
- memperbaiki jaringan tubuh.
Vitamin C dianjurkan hingga 1000 mg/ hari dan vitamin E 200-
600 IU/ hari.
7. Asam Lemak Essential
Asam lemak Omega-3 berfungsi dalam:
- membantu perkembangan otak
- pemeliharaan
neurotransmitter yang diperlukan untuk mempengaruhi perilaku dan cara belajar serta dapat membantu peningkatan perhatian.
- membantu meningkatkan respon
imun
- membantu melawan inflamasi di sistem pencernaan.
Dosis yang dianjurkan :
EPA
(Eicosapentaenoic Acid) 500-1000 mg/hari,
DHA (Docosahexaenoic Acid) 250-500 mg/hari
GLA (Gamma Linolenic Acid ) 50-100 mg/hari.
8. Asam amino
Fungsi asam amino :
- membangun struktur protein otot
- membuat enzim
yang mengontrol setiap reaksi kimia dalam tubuh
- membuat variasi neurotransmitter otak dan
hormon-hormon
- berperan dalam detoksifikasi
- memproteksi antioksidan.
Kekurangan asam
amino dapat menyebabkan gangguan belajar dan perilaku.
Pada anak
autisme dibutuhkan 700 mg suplemen asam amino / harinya
.
DAFTAR PUSTAKA
Candless, J, Mc (2003).
Children with starving brains: Anak-anak dengan otak yang lapar; Panduan
penanganan medis untuk penyandang gangguan spektrum autisme. Edisi Kedua. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta
Dufault, R, et al.
(2009). Mercury exposure, nutritional deficiencies and metabolic disruptions
may affect learning in children. Behavioral and Brain Functions 2009, 5:4
Indah,
R.N. (2008). Terapi Diet Autisme. http://repository.uin-malang.ac.id/511/1/Terapi%20Diet%20Autisme.pdf
diakses pada tanggal 25 November 2017.
James, B. Adams, Ph.D.
(2003). Summary of Dietary, Nutritional, and Medical Treatments for Autism –
based on over 150 published research studies. ARI Publication 40 – 2013 Version
Kidd, P. M. (2003). An approach to the
nutritional management of autism. Alternative therapies in Health and Medicine, 9(5), 22.
Kusumayanti, G A D.
(2011). Pentingnya Pengaturan Makanan bagi Anak Autis. Jurnal Ilmu Gizi. Volume
2 Nomor 1, Febuari 2011 : 1-8.
Pratiwi, R A & Fillah F D. (2014). Hubungan Skor
Frekuensi Diet Bebas Gluten Bebas Casein Dengan Skor Perilaku Autis. Journal of
Nutrition College, Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014, Halaman 34 – 42.
Zahwa, Z. & E. Warsiki (2014).
Aspek Biomedik Pada Autisme Fokus Pada Diet dan Nutrisi. Jurnal Psikiatri Surabaya.
Vol. 3 - No. 1 / 2014-04 TOC : 2, and page : 11 - 20
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusInformasinya sudah sangat bermanfaat, namun saran saya sebaiknya dijelaskan lebih detail nutrisi yang dibutuhkan untuk penderita autis yang sudah disebutkan diatas sumber makanannya berasal dari mana saja, karena tidak semua orang mengetahui sumber nutrisi yang dibutuhkan untuk penderita autis berasal dari makanan apa saja. Terimakasih :)
BalasHapus(14.I1.0195)
Oke, terimakasih atas sarannya :)
Hapusmakasih kak informasinya sangat membantu sekali .. Kalau boleh tahu kak jumlah konsumsi gula nya berapa yaa sehari untuk penderita autis karena di dalam nasi kan juga ada karbohidratnya mungkin bisa ditambahkan berapa jumlah kalori tiap harinya hehe .. makasih kakak
BalasHapus